Sang Inspirasi

400px-quake_epicenters_1963-98.png 

1 detik…
2 detik…
3 detik…
4 detik…
dan seterusnya
hingga…
57 detik…

350px-sanfranhouses06.jpg

Jogja luluh lantak…T_T
Banyak bergelimpangan darah di mana-mana. Rumah-rumah ambruk satu persatu. Jalan-jalan retak di sana-sini. Banyak tangisan, banyak jeritan dan banyak yang kehilangan. Hanya dalam waktu kurang dari satu menit, seakan Tuhan meninggalkan para umatnya.

Berita diceritakan di mana-mana.                                         

Di sini perlu bantuan, di sana perlu bantuan.

350px-earthquakefreewayca1989.jpg

Ayo tolong Jogja.                                                                      

      Banyak relawan datang ke daerah ini. Yang selamat membantu yang perlu dihibur dan ditangisi. Anak JB yang selamat pun datang membantu ke seluruh lini kota JOgja.

      Sebenarnya, saya tidak tahu sistem apa yang digunakan SMA Kolese De Britto untuk memanggil dan mengirimkan para laskarnya ke lapangan, tapi yang saya tahu itu adalah sikap mau membantu dan berani berjuang untuk sesama.
      Saat itu, saya masih SMP. Saya belum SMA dan tidak menyangka nanti masuk SMA De Britto (dulu kiranya ke sekolah luar negeri). Saat itu, Bulan Mei 2006, saya bersama para tetangga saya pergi ke rumah sakit Sardjito untuk membantu sukarela. Saya datang ke situ dengan menyiapkan otot untuk membantu para korban terluka.

      Di sana, saya langsung dapat tugas mengangkut para korban secara bersama-sama. Saya ingat pertamakali saya dapat tugas mengangkut  seorang wanita gendut yang terluka parah di pelipisnya. Untuk mengangkatnya, tentu kita butuh tenaga ekstra besar apalagi saya harus mengangkut dia dari lantai pertama ke lantai 3. Baru sampai di lift lantai pertama, otot saya sepertinya sudah mau copot tidak karuan tapi saya tetap berjuang sampai ke lantai 3.

      Ohh, iya, saya lupa cerita kalau saya itu sepertinya yang paling kecil dalam membantu para korban (biasanya orang SMA atau kuliahan atau LSM). Ketika sampai di lantai 3 dan hendak mengangkut ke kamarnya, tangan saya berkeringat dan pegangan saya lepas. Ibunya sudah mau jatuh. Jeritannya saja sudah melengking. Untung, ada tangan yang menopang menggantikan aku. Ohhhh, dia seorang laki-laki dengan ID SMA Kolese de Britto. Untung, ada dia. “Dik,biar saya gantikan saja. Adik pasti udah kesel.” Ya, terimakasih atas bantuannya dan tangan saya udah kesemutan. Ibu itu akhirnya selamat dalam tujuannya ke kamar itu yang baunya udah tidak keruan.
     

      Melihat itu, saya baru peka bahwa ada banyak anak JB yang berseliweran membantu korban. Wow, that’s cool mamen!!! Sejak saat itu, saya jadi ingin masuk SMA KOlese de Britto  Sekarang, impian itu sudah terwujud. Ohhh, iya, aku juga belum mengenal kata “man for others” saat itu tetapi “man for others sudah terlihat di dalam tindakan dan kepribadian tjah-tjah de Britto. This is really amazing ^_^.  God bless you.

    

Published in: on March 30, 2008 at 6:56 am Leave a Comment

The URI to TrackBack this entry is: http://hebeeee.wordpress.com/2008/03/30/sang-inspirasi/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Comment